Mempawah – Kalbar ( Bhayangkaranews.id ) Untuk
menjaga warga binaannya agar tidak mudah tertular Covid-19, Babinsa Koramil
05/Toho, Kodim 1201/Mph bersama Kepala Desa
membagikan masker kepada warga Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten
Mempawah, jum'at (11/6/2021).
“Babinsa
1201 – 05 / Sambora , Kopda sugiono
mengatakan, kegiatan bagi-bagi masker adalah upaya bersama dalam mencegah
penularan virus Corona di Desa Sambora.
"Adanya pembagian
masker tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam
menjalankan prokes untuk menghindari penularan Covid-19," Kata Kopda
sugiono.
“Menurutnya,
selain membagikan masker, pihaknya juga mengedukasi warga tentang protokol
kesehatan dengan tetap memakai masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan,
menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.
“Sementara
itu, salah seorang warga Desa, Tohiron menyampaikan terimakasih atas perhatian
Babinsa dan Kepala Desa.
"Terimakasih atas
kepedulian Bapak-bapak yang selalu mengingatkan kami agar selalu sehat,"
ungkap Tohiron.
“ Disamping itu Ketua Umum Komunikasi Kemitraan Territorial ( KKT ) Tengku
Apreandy, SE disaat ditemui di Kantor Sekretariat KKT Pusat mengatakan Severe acute
respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan
nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.
Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang
dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
“Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)
dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus
ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir
semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.
“Hal tersebut membuat beberapa negara
menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam
rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri,
diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk
menekan penyebaran virus ini.
“Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa
menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan
infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa
menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
“Virus ini menular melalui percikan dahak
(droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan
sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.
“Selain virus
SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus
yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe
Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari
kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara
lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.
Bila
Anda memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat
diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat:
- Rapid Test Antibodi
- Swab Antigen (Rapid
Test Antigen)
- PCR
Tingkat
Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)
“Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 bisa
menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif
hingga 03 Mei 2021 adalah 1.677.274 orang dengan jumlah kematian 45.796 orang.
Tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar
2,7%.
“Jika dilihat dari persentase angka kematian
yang di bagi menurut golongan usia, maka kelompok usia 46-59 tahun memiliki
persentase angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan golongan usia lainnya.
Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 56,6% penderita yang
meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 43,4% sisanya adalah perempuan.
Gejala
Virus Corona (COVID-19)
Gejala awal infeksi
virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu
demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah
itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan
gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah,
sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.
Secara umum, ada 3 gejala umum yang
bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
- Demam (suhu
tubuh di atas 38 derajat Celsius)
- Batuk kering
- Sesak napas
Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi
virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:
- Diare
- Sakit kepala
- Konjungtivitis
- Hilangnya kemampuan mengecap
rasa
- Hilangnya kemampuan untuk
mencium bau (anosmia)
- Ruam di kulit
“Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul
dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus
Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami
penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia.
Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala
dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR. Untuk menemukan tempat melakukan rapid test atau PCR di sekitar rumah
Anda, klik di sini.
Kapan
harus ke dokter
“Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami
gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas,
terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus
COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19
di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
“Bila Anda mungkin terpapar virus
Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit,
cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter
melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan
obat apa yang perlu Anda konsumsi.
“Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung
oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko
Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat
janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui
aplikasi ALODOKTER agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat
membantu Anda.
ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa
risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan
fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.
Penyebab
Virus Corona (COVID-19)
“Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan
oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada
sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan
sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan
infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory
Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
“Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya
ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona
juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak sengaja menghirup
percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau
bersin
- Memegang mulut atau hidung
tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena
cipratan ludah penderita COVID-19
- Kontak jarak dekat dengan
penderita COVID-19
“Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja,
tetapi efeknya akan lebih
berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang
memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang
daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.
“Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko
tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena
itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien
COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).
Diagnosis
Virus Corona (COVID-19)
“Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi
virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah
pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus
infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan
apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita
COVID-19.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan
beberapa pemeriksaan berikut:
- Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang
diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
- Swab test atau tes PCR (polymerase
chain reaction) untuk mendeteksi
virus Corona di dalam dahak
- CT scan atau Rontgen dada untuk
mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
“Selain itu, tes menggunakan alat GeNose juga bisa
digunakan sebagai skrining atau pemeriksaan awal untuk mendeteksi virus Corona.
“Hasil rapid test COVID-19
atau tes GeNose positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah
terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau
virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum
tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.
Pengobatan
Virus Corona (COVID-19)
“Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk
mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan
disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien
dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol
isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran
infeksi virus Corona.
“Selain itu, dokter juga bisa memberikan
beberapa beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran
virus corona, yaitu:
- Merujuk penderita COVID-19
yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah
sakit rujukan
- Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang
aman dan sesuai kondisi penderita
- Menganjurkan penderita COVID-19
untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
- Menganjurkan penderita COVID-19
untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi
Virus Corona (COVID-19)
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan
beberapa komplikasi berikut ini:
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Infeksi sekunder pada organ
lain
- Gagal ginjal
- Acute cardiac injury
- Acute respiratory distress syndrome
- Kematian
“Selain itu, saat ini muncul istilah long
haul COVID-19. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang sudah
dinyatakan sembuh melalui hasil pemeriksaan PCR yang sudah negatif, namun tetap
merasakan keluhan seperti lemas, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, sulit berkonsentrasi,
jantung berdebar, atau demam yang hilang timbul.
Pencegahan
Virus Corona (COVID-19)
“Saat ini, Indonesia sedang melakukan vaksinasi COVID-19 secara
berkala ke masyarakat Indonesia. Meskipun vaksinasi sudah mulai di jalankan,
cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa
menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
- Terapkan physical distancing, yaitu
menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar
rumah kecuali ada keperluan mendesak.
- Gunakan masker saat
beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan dan
mengikuti ibadah di hari raya, misalnya Idul Adha.
- Rutin
mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand
sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah
beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
- Jangan menyentuh mata, mulut,
dan hidung sebelum mencuci tangan.
- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan
pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara
rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
- Hindari kontak dengan penderita
COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang
yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
- Tutup mulut dan hidung dengan
tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
- Jaga kebersihan benda yang
sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
“Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek
dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam
pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang
bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu:
- Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal
terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan,
gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan
orang lain.
- Jangan keluar rumah, kecuali
untuk mendapatkan pengobatan.
- Bila ingin ke rumah sakit saat
gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk
menjemput.
- Larang orang lain untuk
mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
- Sebisa mungkin jangan melakukan
pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
- Hindari berbagi penggunaan alat
makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
- Pakai masker dan sarung tangan
bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
- Gunakan tisu untuk menutup
mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat
sampah.
“Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan
langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkan, operasi, cuci darah,
atau vaksinasi anak, perlu
ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19.
Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona
selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter
mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan. Ungkap Beliau (054_R)



0 Komentar